Thursday, April 12, 2018

Keunggulan dan Kekurangan Oracle Database

Keunggulan dan Kekurangan Oracle DatabaseOracle adalah sebuah aplikasi database seperti MySQL yang diperuntukkan untuk menyimpan suatu data dalam jumlah besar. Aplikasi semacam ini dibutuhkan bagi mereka yang mempunyai data dalam jumlah besar seperti perusahaan. Walupun dalam pemakainya masih banyak terkendala karena aplikasi database oracle masih membutuhkan biaya yang relatif besar untuk mendapatkannya.

gambar oracle database icon

Keunggulan dan Kekurangan Oracle Database

Keunggulan Oracle Database
Dengan biaya yang masih relatif besar apa yang menjadi keunggulan Oracle ?
  1. Dapat menangani ukuran data yang sangat besar sebab Oracle dapat menampung data hingga 1 terabyte,
  2. Secara cepat dan akurat dalam pengolahan data.
  3. Dapat berjalan disemua sistem operasi seperti Linux, Windows, Unix, Mainframe dll,
  4. Telah memiliki Technology Cluster Server yang artinya dapat menjalankan lebih dari satu server pada waktu yang bersamaan,
  5. Memiliki kemampuan dalam mengolah management user yang hak aksesnya dapat diatur oleh seorang administrator,
  6. Data tidak mudah hilang, misalkan dalam suatu waktu terjadi pemadaman listrik maka data yang tersimpan tidak akan hilang atau rusak karena telah dilengkapi kemampuan flasback,
  7. Telah dilengkapi Link Database dimana memungkinkan untuk koneksi antar database dan bahkan dapat menghubungkan dengan server yang berlainan.

Terkait : Keunggulan dan Kekurangan Database MySQL

Kekurangan Database Oracle
  1. Untuk mendapatkan lisensi atau hak kepemilikan yang masih terbilang sangat mahal.
  2. Sulit untuk dipelajari bagi mereka yang baru mengenal sistem database oracle,
  3. Diharuskan adanya sistem management yang bagus agar tidak terjadi kelambatan proses,
  4. Hanya diperuntukkan bagi perusahaan yang berskala besar,
  5. Dibutuhkan spesifikasi hardware yang begitu tinggi.

Demikian Keunggulan dan Kekurangan Oracle Database, semoga dapat menambah wawasan bagi anda.

Arti dan Fungsi DBMS

APA ITU DBMS (Database Management System)

DBMS (Database Management System) adalah perangkat lunak yang memungkinkan untuk membangun basis data yang berbasis komputerisasi. Dimana salah satu fungsinya adalah dapat mempermudah user adalam mencari dan menambahkan informasi pada database.

Arti dan Fungsi DBMS


Untuk dapat mengakses DBMS (Database Management System) user harus menggunakan bahasa database, bahasa database terdiri dari beberapa intruksi yang digabungkan sehungga dapat diproses oleh DBMS.

Perintah atau intruksi tersebut umumnya ditentukan oleh user, adapaun bahasa yang digunakan dibagi kedalam 2 (dua) macam diantaranya sebagaimana di bawah ini:

1. DDL (Data Definition Language)
DDL atau singkatan dari Data Definition Languange, yaitu dipakai untuk menggambarkan desain dari basis data secara menyeluruh. DDL (Data Definition Language) dapat dipakai untuk membuat tabel baru, memuat indeks, maupun mengubah tabel. Hasil dari kompilasi DDL akan disimpan di kamus data. Itulah definisi dari DDL.

Terkait: DDL (Data Definition Language)

2. DML (Data Manipulation Language)
DML atau singkatan dari Data Manipulation Language, yaitu dipakai untuk memanipulasi daan pengambilan data pada suatu basis data, misalnya seperti penambahan data yang baru ke dalam suatu basis data, menghapus data pada seuatu basis data dan mengubah data pada suatu basis data. Itulah definisi dar DML.

Terkait: DML (Data Manipulation Language)
 

Fungsi DBMS (Database Management System)

Fungsi dari DBMS adalah sebagai penghubung antara user dengan database sehingga memungkinkan pengguna dapat mengakses database dengan cepat dan mudah. Adapun contoh-contoh dari DBMS (Database Management System) adalah : MySQL, Oracle dan microsoft SQL Server

Komponen dari DBMS (Database Management System)
  • File manager berfungsi untuk mengelola struktur data yang digunakan untuk mempresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.
  • Database Manager berfungsi untuk menyediakan interface antar data dengan program alikasi dan query.
  • Query Processor berfungsi sebagai penterjemah perintah dalam bahasa query ke intruksi low – level yang dapat dimengerti database manager.
  • DML Precompiler berfungsi sebagai pengkonversi pernyataan atau perintah DML, yang ditambahkan dalam suatu program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bahasa induk.
  • DDL Compiler digunakan untuk mengkonversi berbagai perintah DDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung metadata.

Demikian pengertian dan fungsi dari DBMS, semoga dapat menambah wawasan kita tentang dunia database.

Saturday, March 17, 2018

Kelebihan dan Kelemahan DBMS (Database Management System)

Database Management System adalah sebuah perangkat lunak komputer yang dapat digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data dengan praktis dan efisien. Sistem manajemen basis data ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengontrol dan meng-akomodasi penggunaan data oleh user yang berbeda-beda.

Kelebihan dan Kelemahan Database Management System 

Sistem basis data selain efisien dan praktis memiliki keunggulan dan kekurangan, maka simak penjelasannya dibawah ini.

Terkait: Arti dan Fungsi DBMS

Keunggulan DBMS (Database Management System)

Dengan menggunakan sistem manajemen basis data penyimpanan data menjadi lebih baik selain itu juga memiliki banyak kelebihan diantaranya.

Performance
Dari segi performance dapat diketahui bahwa dengan menggunakan sistem basis data dapat menyimpan file berukuran besar, sekaligus juga membuat lebih efisien dan praktis.

Integritas
Dengan penggunaan DBMS integritas data menjadi lebih terjamin. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.

Independensi
Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.

Sentralisasi / Pusat data
Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.

Sekuritas / Keamanan Data
DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

Walupun manfaat serta keunggulan yang diberikan apabila menggunakan sistem manajemen basis data sangat besar namun tidak dipungkiri bahwa setiap sistem memiliki sebuah kelemahan. Kelemahan yang sampai saat ini dirasakan para pengguna sistem basis data yaitu biaya yang relatif besar. Untuk itu yang harus diperhatikan sebelum membuat dan menggunakan sistem manajemen basis data adalah sebagai berikut.

Kelemahan DBMS (Database Management System)
  • Biaya & Harga DBMS yang Tinggi & Mahal Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat cukup mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya  manusia yang mengelola basis data tersebut.
  • Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal
  • Sangat kompleks. Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses berkas, sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan data.
  • Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat beresiko  kehilangan data selama proses aplikasi.
  • Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan.
  • Membutuhkan media penyimpanan yang besar baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.
  • Membutuhkan memory komputer yang besar.
  • Membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi / khusus.
  • Membutuhkan waktu yang lama untuk konversi sistem.
  • Terkadang kinerja DBMS low performance.
  • Resiko kegagalan cukup tinggi

Dengan mempelajari keunggulan dan kelemahan sistem manajemen basis data diatas maka akan menjadi lebih mudah untuk memilih sistem yang tepat.

Demikian Keunggulan dan Kelemahan DBMS yang harus diketahui semoga dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. amin Baca: Keunggulan dan Kekurangan Oracle Database

Belajar Data Manipulation Language (DML) SQL

Data Manipulation Language (DML) adalah sebuah pernyataan dalam bahasa SQL (Structure Query Language) yang digunakan untuk mencari, menampilkan, menyisipkan, memasukkan, memperbaharui dan menghapus data dalam tabel database. 
gambar icon sql structure query language

Dasar-Dasar MySQL

Jika anda ingin mengawali / belajar bahasa SQL paling tidak harus mengerti dasar pernyataan DML SQL berikut ini :
1. SELECT
Syntax:
SELECT * FROM table_reference

Pernyataan ini digunakan untuk menampilkan / mencari record dari tabel dalam database. Pernyataan ini dapat menampilkan secara keseluruhan dari tabel jika menggunakan tanda ("*"). Kolom yang dideklarasikan dalam klausa SELECT dapat berasal dari satu tabel atau banyak tabel, juga dapat  berupa kolom tabel, nilai lateral, dan nilai hasil perhitungan yang dipisahkan oleh tanda koma.

Contoh :

SELECT * FROM tabel_a
"maka akan menghasilkan data secara keseluruhan dalam tabel"

SELECT kolom1_tabel_a, kolom2_tabel_a FROM tabel_a
"maka yang ditampilkan hanya kolom1 dan kolom2 secara keseluruhan"

2. DELETE
Syntax:
DELETE
FROM table_reference

Digunakan untuk menghapus data dalam sebuah tabel secara keseluruhan. Maka dari itu jika akan menghapus sebuah data / record dalam tabel diperlukan klausa WHERE yang gunanya untuk memilih data yang akan dihapus.
Contoh :

DELETE FROM tabel_a
"maka data dalam tabel_a akan terhapus semua"

DELETE FROM tabel_a WHERE kolom1="data_yang_akan_dihapus"
"maka hanya data yang dipilih saja yang akan terhapus"

3. INSERT
Syntax:
INSERT INTO table_reference
[(columns_list)]
VALUES (update_atoms)

Pernyataan INSERT berfungsi untuk menambahkan record data baru pada suatu tabel. Nama tabel yang dinyatakan dalam klausa INTO merupakan tabel yang akan menerima data. Daftar kolom yang dipisahkan oleh tanda koma dan berada dalam tanda kurung merupakan kolom - kolom dari tabel, sedang klausa VALUES merupakan nilai-nilai yang disisipkan yang dipisahkan oleh tanda koma dan berada dalam tanda kurung. Jika tidak ada kolom yang dideklarasikan, maka nilai yang diberikan disimpan dalam kolom secara berurutan dalam struktur tabel, sehingga nilai pertama dalam klausa VALUES akan dimasukkan dalam kolom pertama tabel, demikian seterusnya.

Terkait : Learning Data Definition Language (DDL) in SQL

Contoh :

INSERT INTO tabel_a (kolom1, kolom2, kolom3) VALUES ("aku","bisa","SQL")

4. UPDATE
Syntax:
UPDATE table_reference
SET column_ref = update_atom

Untuk memodifikasi satu record atau lebih yang telah ada dalam suatu tabel. Nama tabel dalam pernyataan UPDATE merupakan tabel yang akan menerima perubahan data. Setiap ungkapan dalam klausa SET terdiri atas nama kolom, operator penugasan (=), nilai update dari kolom tersebut. Nilai kondisi update_atom dalam pernyataan UPDATE bisa berupa nilai lateral, nilai tunggal (satu record) dari hasil subquery SELECT, atau nilai hasil perhitungan.

Contoh :

UPDATE tabel_a SET kolom1="saya"
"maka dalam kolom1 akan diganti dengan nama record "saya" secara keseluruhan"

maka dari itu perlu ditambahkan klausa WHERE agar tidak terganti semua data yang ada dalam kolom1
UPDATE tabel_a SET kolom1="saya" WHERE kolom1="aku"

Sekian beberapa dasar Data Manipulation Language (DML)  semoga dapat memberikan pengetahuan serta wawasan bagi anda yang sedang Belajar Data Manipulation Language (DML) SQL.

Monday, October 02, 2017

Macam-Macam Software Database Paling Sering Digunakan

Macam-Macam Software Database - Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa database merupakan sekumpulan informasi yang terpusat dan disimpan secara sistematis. Informasi dari basis data tersebut hanya dapat diakses melalui perangkat lunak yang dugunakan untuk mengelola serta memanggil basis data atau biasa disebut dengan Database Management System (DBMS).

Baca: Kelebihan dan Kelemahan DBMS

Software database menjadi bagian terpenting untuk mengakses database, dengan menggunakan software yang menjadi bagian penting didalam komputer. Ada berbagai macam software database yang bisa dijadikan untuk melakukan pengolahan basis data pada komputer. Dengan adanya perangkat lunak database ini komputer dapat berjalan dengan baik dan dapat berjalan sesuai dengan apa yang digunakan. Secara umum ada beberapa jenis software database yang sering digunakan seperti berikut ini.

Macam-Macam Software Database Paling Sering Digunakan


Macam-Macam Software Database
6 Macam-Macam Software Database yang sering digunakan


1. ORACLE
Oracle merupakan salah satu software database yang mampu menyimpan data dengan ukuran yang cukup besar hingga berukuran tera byte. Sistem database oracle banyak digunakan oleh perusahaan besar, ini disebabkan adanya kestabilan dalam setiap pemakaiannya. Lebih jelasnya mengenai tentang Software Database Oracle dapat anda baca pada artikel kami sebelumnya Keunggulan dan Kekurangan Oracle Database.

2. MICROSOFT ACCES
Software database yang kedua ini banyak dan paling sering digunakan, sebab cepat untuk digunakan untuk melakukan pengolahan data yang sifatnya kecil. Microsoft Access dapat menggunakan data yang telah tersimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC bahkan data dengan Excel. Para programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Software database access juga mendukung teknik pemrograman dengan berorientasi objek, namun software ini tidak digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

3. MS SQL SERVER
Microsoft SQL Server merupakan salah satu sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) dari Microsoft seperti halnya Micosoft Acces. Bahasa queri utamanya menggunakan Transact-SQL yang merupakan implementasi dari bahasa SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase.

Pada umumnya SQL Server digunakan dalam dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai menengah, namun seiring perkembangan zaman software database ms sql berkembang hingga berskala SQL Server pada basis data yang besar. Microsoft SQL Server dan Sybase/ASE dapat digunakan melakukan komunikasi lewat jaringan dengan menggunakan protokol TDS (Tabular Data Stream). Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga mendukung ODBC (Open Database Connectivity) yang mempunyai driver JDBC untuk bahasa pemrograman Java.

4. POSTGRE SQL
Software database yang satu ini berfungsi sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membangun database server. Perangkat lunak ini hanya bersifat open source dengan lisensi GPL atau General Public License. Dalam bahasa pemrograman yang sering menggunakan software databse ini diantaranya seperti SQL, C, C++, Java, PHP dan juga lainnya.

5. FIREBIRD
Software Database Firebird adalah sistem manajemen basisdata relasional yang telah menawarkan berbagai fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. Sistem basis data atau RDBMS ini dapat berjalan baik di sistem operasi Linux, Windows, bahkan sejumlah platform Unix.

Firebird merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Modul kode baru sudah banyak ditambahkan pada Firebird dan telah memiliki lisensi di bawah Initial Developer’s Public License (IDPL), sementara modul yang asli dirilis oleh Inprise yang berlisensi di bawah naungan InterBase Public License 1.0. dan kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public License.

6. MYSQL
Dan yang terakhir ini adalah software database yang mungkin paling banyak digunakan oleh para programer, ya MySQL. Software database yang satu ini menjadi salah satu perangkat lunak database yang paling terbuka untuk seluruh open cource dan bisa digunakan untuk seluruh platform seperti Linux maupun Windows. Selain memiliki kelebihan yang bisa digunakan untuk multi user, juga dapat digunakan untuk melakukan akses database dengan sistem network atau TCP/IP. Kelebihan lainnya adalah anda bisa mendapatakan software ini secara gratis, sebab database yang satu ini sudah disebar secara gratis dibawah lisensi GPL.

MySQL ini menjadi salah satu software database yang paling diunggulkan jika dibandingkan dengan database server lainnya terutama untuk masalah query data. Hal ini dikarenakan kecepatan membagi data pada software database ini lebih cepat jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Nah itulah 6 macam software database yang paling sering digunakan untuk pembuatan aplikasi. Sebenarnya masih banyak yang lain seperti dBase, syBase, FoxPro, DB2, dan lain lain. Mungkin lain waktu saya sambung kembali.

Demikian Macam-Macam Software Database, yang dapat kami berikan ke Anda. Semoga artikel ini berguna dan bermanfaat. Salam.

Friday, June 16, 2017

Struktur Database Oracle

Struktur Database Oracle, Oracle adalah salah satu aplikasi database yang sering dipakai oleh perusahan-perusahaan besar di dunia. Aplikasi ini paling banyak diminati oleh para pembuat software yang berkaitan dengan database berkapasitas besar. Selain itu struktur database oracle memiliki 3 komponen utama dan juga mempunyai kelebihan dalam hal pengamanan data dan penyimpanan yang sangat besar.

Struktur Database Oracle 

Selain memiliki kelebihan dari sisi keamanan dan kapasitas penyimpanan data yang begitu baik, Oracle juga mempunyai kelemahan yang sering menjadi keluhan bagi pemakainya yakni biaya yang dikeluarkan cukup tinggi. Namun itu semua tidak menjadi persoalan karena sistem database oracle mempunyai komponen dan struktur database yang beragam.

Baca: Keunggulan dan Kekurangan Oracle Database

3 Komponen Utama Oracle
Oracle mempunyai tiga struktur komponen utama yang dibangun sejak awal, yaitu:
  1. Struktur Memori
  2. Struktur Proses, dan
  3. Struktur Storage ( Penyimpanan )
Dari ketiga struktur komponen oracle tersebut memiliki fungsi masing-masing. Karena ketiganya saling berkaitan dan penting bagi satu dengan yang lain. Berikut penjelasannya mengenai ketiga struktur database oracle.

Struktur Database Oracle


1. Struktur Memori
Struktur Memori memiliki dua buah komponen yaitu
A. System Global Area (SGA)
SGA merupakan shared memory yang dapat digunakan oleh seluruh server process dan background process. Di dalamnya tersimpan informasi-informasi yang berupa data file dan control file dari instance. Di dalam SGA terdapat struktur data sebagai berikut :
  • Database Buffer Cache, Merupakan struktur data dari SGA yang berisi cache blok data yang berisi hasil pengembalian dari proses query database.
  • Redo log buffer , Merupakan struktur data dari SGA yang berfungsi untuk menyimpan redo information yang digunakan untuk instance recovery. Informasi tersebut akan disimpan hingga ditulis ke dalam physical redo log file di dalam storage disk.
  • Shared Pool , Merupakan struktur data dari SGA yang berfungsi untuk menyimpan berbagai macam konstruksi / informasi yang dapat dishare di antara user database.
  • Large Pool, merupakan area optional yang dibutuhkan jika ada proses-proses yang memakan memory cukup besar seperti backup and recovery dan proses server I/O.
  • Java Pool , Merupakan struktur data dari SGA yang digunakan oleh java code atau data yang menggunakan Java Virtual Machine (JVM).
  • Stream Pool , Merupakan struktur data dari SGA yang digunakan oleh Oracle Stream untuk proses streaming.
B. Process Global Area (PGA)
Proses Global Area ( PGA ) adalah memori yang dialokasikan ketika user sedang melakukan koneksi ke database.

PGA sedikit berbeda dengan SGA, sebab Process Global Area lebih spesifik hanya digunakan secara khusus oleh masing-masing server dan background process. Minimal ada satu PGA yang dimiliki oleh tiap server process. Setiap PGA menyimpan data dan informasi dari setiap proses yang menyediakan layanan dari tiap request oracle client.

2. Struktur Proses
Struktur Proses merupakan sebuah proses yang berjalan ketika program aplikasi meminta service ke Server Oracle maka akan dibuatlah sebuah server process yang digunakan untuk mengeksekusi perintah yang dikeluarkan oleh program aplikasi tersebut.

Masing-masing server process memiliki sebuah PGA tersendiri. Selain itu, oracle server akan membentuk beberapa background process untuk oracle instance yang akan berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Background proses tersebut meliputi:
  • System Monitor (SMON) : Melakukan crash recovery jika pada start saat oracle instance terjadji kesalahan.
  • Process monitor (PMON) : Melakukan process cleanup ketika user process gagal dieksekusi.
  • Database writer (DBWn) : Menulis block-block yang telah berubah / termodifikasi dari database buffer cache ke dalam data file di dalam storage structure.
  • Checkpoint (CKPT) : Melakukan update seluruh data file dan control file yang berdasarkan check point yang paling akhir.
  • LogWritter (LGWR) : Menulis redo log entry yang berasal dari redo log buffer ke dalam redo log file di dalam storage structure.
  • Archiver (ARCn) : Mengopy redo log file ke dalam archival strorage pada saat log switch terjadi.

3. Struktur Storage ( Penyimpanan )
Struktur File lebih menekankan kepada penyimpanan data dan menjadi bagian terpenting diantara ketiga komponen struktur database oracle. Struktur File memiliki tiga komponen utama yaitu: Control File, Data File dan Log File. Berikut penjelasanya.
  • Control File: Control File merupakan komponen yang berisi informasi fisik database oracle. Tanpa adanya komponen ini kita tidak dapat mengakses data-data dalam disk penyimpanan.
  • Data File: Data File merupakan sekumpulan data yang berisi data user dan aplikasi database.
  • Log File: Log file merupakan proses yang digunakan saat database mengalami kerusakan. Apabila data file masih ada pada saat terjadi kerusakan maka oracle instance akan dapat melakukan recovery data sesuai yang tersimpan dalam data file.
Ketiga struktur database oracle diatas sangatlah penting, sebab tanpa salah satu komponen diatas tidak akan dapat berjalan dengan baik. Dengan begitu oracle instance tidak dapat mengakses oracle database dan begitupun sebaliknya. Maka dari itu terdapat komponen tambahan yang tidak kalah pentingnya dibanding dengan 3 struktur komponen diatas, diantaranya:

Komponen Tambahan dalam Struktur Database Oracle
  • Parameter file, Merupakan komponen yang berisi informasi konfigurasi oracle instance pada saat start up.
  • Password file, Merupakan komponen yang  berisi informasi user agar user dapat melakukan koneksi dan administrasi ke dalam database server.
  • Backup file,: Komponen yang digunakan dalam proses database recovery apabila file database asli rusak.
  • Archive log file, Komponen yang digunakan untuk menyimpan history operasi-operasi yang dilakukan terhadap database.
  • Trace dan alert log file, Merupakan komponen yang berisi informasi-informasi kesalahan apabila terjadi internal error pada server dan background proses.
Referensi: https://en.wikipedia.org/wiki/Oracle_Database

Demikianlah Struktur dan Komponen Database Oracle, semoga dengan adanya artikel ini dapat memudahkan Anda dalam mengenal Oracle.

Belajar Data Definiton Language (DDL) SQL

Belajar Data Definiton Language (DDL) SQL, Dalam bahasa SQL kita mengenal yang namanya Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Dalam kedua bahasa tersebut memiliki fungsi yang begitu besar dalam sistem database SQL khusunya dan tidak bisa terpisahkan satu dengan yang lainnya.

Learning Data Definiton Language (DDL) in SQL

Data Definition Language adalah sekumpulan perintah SQL yang digunakan untuk melakukan proses membuat, mengubah dan menghapus struktur, definisi dari metadata pada objek database.

Baca : Belajar DML ( Data Manipulating Language )

Dengan menggunakan bahasa DDL ini lah kita dapat membuat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur penyimpanan tabel dan sebagainya. Hasil dari kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut Kamus Data

Dari arti yang telah dijelaskan diatas maka objek - objek yang dimaksud meliputi beberapa hal diantaranya Database, Table, View, Index, Procedure, Function dan Trigger.

Perintah Dasar Data Difinition Language (DDL) di SQL

  • Membuat Database
CREATE DATABASE perusahaan
  • Membuat tabel karyawan
CREATE TABLE karyawan (
id_karyawan varchar(10) default NULL,
nama_karyawan varchar(20) default NULL,
alamat_karyawan varchar(50) default NULL,
jenis_kelamin varchar(1) default NULL,
PRIMARY KEY (id_karyawan)
)
  • Menambah kolom pada tabel karyawan
ALTER TABLE karyawan ADD tgl_lahir DATE
  • Menghapus tabel karyawan dari database perusahaan
DROP TABLE karyawan
(!) Kesimpulan
Dari penjelasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sebelum anda mempelajari penggunaan perintah dalam SQL maka pelajari dahulu tentang DDL ( Data Definition Language ) agar dapat mengetahui lebih jauh cara membuat, menghapus dan mengubah struktur yang ada dalam Database SQL.

Demikian Belajar Data Definition Language (DDL) di SQL. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.