Tuesday, May 21, 2019

Perangkat Keras Jaringan Komputer

Perangkat Keras Jaringan Komputer - Perangkat Keras atau Hardware merupakan salah satu hal paling penting dalam sebuah komputer. Setiap jenis hardware memiliki fungsi tersendiri, seperti pada jaringan komputer yang berfungsi sebagai penghubung antar komputer sehingga dapat berbagi data, file dan lain sebagainya.

Perangkat Keras Jaringan Komputer

Jaringan komputer hampir sama seperti komputer beroperasi dengan menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Berikut ini jenis perangkat keras komputer.

Terkait : Pengenalan Jaringan Komputer

Perangkat Keras Jaringan Komputer


1. Komputer Server

Komputer server adalah salah satu perangkat keras jaringan yang menyediakan sistem berbagi layanan yang telah disediakan oleh server. Selain itu juga dapat diakses oleh komputer klien baik secara intranet (local) atau internet (online).

2. NIC (Network Interface Card)
NIC adalah salah satu hardware jaringan komputer yang sangat pentinga karena digunakan sebagai media untuk menghubungkan antar komputer. Walaupun sekarang kartu jaringan sudah dapat tergantikan dengan Wifi dan Bluetooth, namun kartu jaringan masih dibutuhkan apabila komputer yang akan dihubungkan denga komputer yang lain berada dalam jangkauan yang jauh.

3. Kabel Jaringan
Kabel jaringan adalah perangkar keras yang digunakan sebagai media penghubung dalam sistem jaringan komputer. Kabel jaringan sendiri memiliki tiga jenis yaitu kabel UTP, kabel Coaxial dan kabel Fiber Optic.

4. Konektor
Konektor merupakan perangkat keras yang menghubungkan antara kabel dengan kartu jaringan. Dalam hal ini yang sering kita gunakan adalah RJ45 untuk sistem jaringan kantor dan rumah. Sementara untuk jenis kabel jaringan fiber optic menggunakan konektor jenis ST dan coaxial menggunakan konektor BNC/T.

5. Hub
Hub adalah salah satu perangkat yang sama penting dengan perangkat keras jaringan komputer lainnya, Hub sangat mempengaruhi proses mempercepat koneksi antar komputer sehingga jika Hub mengalami kerusakan maka seluruh jaringan komputer akan terputus dan juga terganggu. Fungsi Hub adalah penerima sinyal dari sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang menghubungkan keseluruh komputer dalam suatu jaringan.

6. Switch
Switch sekilas mirip dengan Hub fungsi dan cara kerjanya. Namun yang membedakan adalah sistem kecerdasannya yang lebih tinggi dari pada Hub. Sebagai contoh switch memiliki kecepatan dalam hal trasnfer data yang lebih baik dan memiliki jumlah port sangat banyak.

7. Bridge
Bridge adalah perangkat keras yang dapat mengetahui setiap alamat dari jaringan komputer dan dapat menghubungkan beberapa jaringan sehingga menjadi lebih efisien. Perangkat keras ini dapat berfungsi sebgai media penghubung dengan jaringan yang berbeda, seperti menghubungkan antar sistem jaringan (topologi jaringan) yang berbeda. Secara garis besar bridge ini berfungsi sebagai pengatur jaringan agar tidak terjadi kesalahan.

8. Repeater
Repeater adalah perangkat keras yang digunakan untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen jaringan lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain.

9. Modem
Modem (Modulator Demodulator) merupakan perangkat yang menghubungkan komputer dengan internet. Perangkat ini berfungsi mengubah sinyal Analog menjadi sinyal Digital. Modem mengganti sinyal digital dari komputer menjadi sinyal analog ketika melewati medium seperti saluran telepon, kemudian modem merubah kembali sinyal tersebut menjadi sinya digital saat menuju komputer tujuan agar bisa dipahami oleh komputer.

10. Router
Router adalah alat yang digunakan untuk membagi Protocol kepada jaringan yang lain, maka dengan router sebuah protocol bisa dibagi ke perangkat jaringan lain. Router berfungsi sebagai penghubung antara beberapa jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Sehingga Router dapat menentukan jalur mana yang terbaik untuk dilewati paket data sehingga data dapat sampai ke tujuannya.

Sumber :
http://teknodaily.com/macam-macam-perangkat-keras-jaringan-komputer-beserta-fungsinya/
http://www.pintarkomputer.com/2014/07/macam-macam-perangkat-keras-jaringan-komputer-dan-fungsinya.html

Demikian perangkat keras jaringan komputer, semoga dapat mudah dipahami, dipelajari dan menambah wawasan dalam jaringan komputer.

Tujuan Membangun Jaringan Komputer

Tujuan Membangun Jaringan Komputer - Sebagaimana telah saya jelaskan sebelumnya pada artikel Pengenalan Jaringan Komputer, Bahwa jaringan komputer adalah se-kelompok komputer yang dibangun untuk saling berhubungan satu dengan yang lain agar dapat berbagi informasi dengan mudah.

Tujuan Membangun Jaringan Komputer 

Sebagai media berbagi informasi, jaringan komputer memiliki manfaat yang begitu besar bagi perkembangan sistem informasi di era modern. Dengan metode ini sebagai pengguna dapat berbagi data yang telah disimpan dalam komputer.

Jaringan komputer dibagi menjadi dua macam, yaitu jaringan terdistribusi dan jaringan terpusat.
  • Jaringan terdistribusi merupakan jaringan komputer yang cara kerjanya dilakukan oleh semua perangkat komputer, sehingga tidak ada perbedaan antara server dan client.
  • Jaringan terpusat cara kerjanya melakukan pemusatan jaringan komputer pada server, sehingga berbeda baik server maupun client.

Tujuan Membangun Jaringan Komputer

Inti dari jaringan komputer adalah dapat melakukan koneksi dan pertukaran informasi dengan mudah, sehingga tujuan akhir dibangun jaringan komputer adalah sebagai berikut.
  1. Dapat membantu dan mudah dalam mendapatkan informasi yang akurat dan terbaru. Oleh sebab itu dibangun sistem penyimpanan data terpusat yang setiap waktu bisa diperbaharui dan dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna yang dapat mengakses data dari berbagai tempat yang berbeda.
  2. Dengan adanya jaringan komputer dapat membuat manajemen sumber daya lebih efisien. Sebagai contoh banyak yang dapat menggunakan printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibanding hanya memakai printer kualitas rendah setiap disetiap meja kerja.
  3. Dapat membantu dalam bekerja sehingga berkomunikasi menjadi lebih efisien. Karena surat elektronik, penjadualan, pemantauan proyek, konferensi online dapat didapat dari jaringan sehingga hal itu dapat membantu tim bekerja lebih produktif.
  4. Membantu dalam melayani klien secara lebih efektif. walaupun dengan jarak yang jauh, disaat karyawan melayani klien dilapangan namun merekan tetap dapat mengakses untuk langsung berkomunikasi dengan pemasok.
  5. Dapat membuat proses data sharing (berbagi data) menjadi lebih efisien, sehingga berbagi data pada jaringan bisa dipastikan lebih cepat dibanding yang tidak memakai jaringan.

Kesimpulan
Jaringan komputer dapat memudahkan kita menjadi lebih cepat mendapatkan informasi, dapat terhubung dengan teman, saudara, rekan kerja dimanapun berada.

Baca: Perangkat Keras Jaringan Komputer

Demikian Tujuan Membangun Jaringan Komputer, karena dengan adanya jaringan komputer kemudahan mendapatkan informasi menjadi lebih cepat. Semoga bermanfaat dan berguna.

Monday, September 03, 2018

Apa Itu DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

Dinamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah sebuah arsitektur dalam jaringan komputer yang berbasis client server untuk memudahkan dalam pengalokasian ip address sebuah komputer dalam satu jaringan. Bila sebuah jaringan yang tidak memakai DHCP akan rumit karena harus memasukkan satu persatu alamat IP agar dapat melakukan koneksi antar komputer.

Jika DHCP di pasang dalam jaringan lokal maka setiap komputer yang terhubung akan mendapatkan IP Address secara otomatis sehingga akan memudahkan dalam melakukan konfigurasi. Dengan begitu parameter jaringan seperti Gateway dan DNS Server akan terpasang secara default.

Terkait : Apa Itu DNS Load Balancing ?

DHCP Server dan DHCP Client

Macam-Macam DHCP


DHCP yang merupakan sebuah arsitektur jaringan yang berbasis client server, dalamnnya terdapat dua jenis yakni DHCP Server dan DHCP Client, lebih jelasnya.

  • DHCP Server merupakan sebuah mesin yang dapat memberikan layanan serta dapat menentukan setiap IP Address untuk setiap komputer client. Sistem operasi yang dapat memberikan layanan ini seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux.
  • DHCP Client merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan dari komputer server. Dengan kata lain perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux).
Konfigurasi DHCP Server

Setiap komputer klien yang belum memiliki IP Address yang ditentukan oleh DHCP Server maka akan melakukan penyewaan. Dalam prosesnya DHCP Client untuk mendapatkan alamat ip dari DHCP Server ada empat langkah yakni :
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan memberikan request secara realtime untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendapatkan broadcast dari DHCP Client, maka DHCP server akan menawarkan sebuah alamat ip kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Klien akan meminta DCHP server untuk menyewakan atau memberikan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Konfigurasi DHCP Client

1. Setting DHCP Client dengan Windows XP

  1. Dari Start Menu, buka Control Panel
  2. Double Klik ikon Network Connection
  3. Klik kanan ikon Local Area Connection & pilih Properties
  4. Kemudian pilih Obtain IP Address Automatically
  5. Lanjutkan dengan memilih Obtain DNS Server Address Automatically
  6. Terakhir klik OK
2. Setting DHCP Client dengan Windows 7
  1. Klik Start, Control Panel
  2. Pada ikon Network dan Internet, klik View Network Status dan Task
  3. Klik Change Adaptor Setting
  4. Kilk kanan pada Local Area Connection, pilih Properties
  5. Double Klik Internet Protocol (TCP/IP) pada kotak dialog Local Area Connection
  6. Klik tombol Properties
  7. Kamudian pilih Obtain IP address Automatically
  8. Lanjutkan dengan memilih Obtain DNS Server address Automatically
  9. Klik tombol Advanced
  10. Pilih DHCP Enable
  11. Terakhir klik OK.

Sumber :

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Konfigurasi_Hos_Dinamik
  • https://izulmen.wordpress.com/dhcp-dynamic-host-configuration-protocol/

Demikian Apa Itu DHCP, pengertian dan cara konfigurasi dengan Windows. Semoga artikel ini dapat berguna dan memberikan manfaat bagi sobat blogger semua.

Apa Itu FTP (File Transfer Protocol)?

FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah konsep berbagi antar komputer dengan menggunakan komputer server, atau suatu protokol jaringan yang berfungsi untuk tukar menukar file dalam suatu network dengan menggunakan sistem TCP/IP.

What is FTP
Sumber gambar : www.deskshare.com

Dengan kata lain komputer server yang menjalankan sebuah software yang berfungsi untuk menyimpan dan mengunggah file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.

FTP memiliki dua buah sebutan dan sangat penting untuk anda ketahui. yakni FTP Client dan FTP Server.

  1. FTP Server merupakan server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan kepada klien agar dapat melakukan pertukaran file. Serta memberikan kemudahan bagi client untuk dapat melakukan download dan aploud data dengan mudah.
  2. FTP Client merupakan komputer yang melakukan permintaan file sharing kepada server. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.

Terkait : What is DHCP (Dinamic Host Configuration Protocol)

Fungsi FTP


Fungsi FTP yang paling utama adalah melakukan pertukaran file dalam suatu jaringan. Dalam melakukan pertukaran tersebut dapat dilakukan dalam jaringan lokal maupun telah terkoneksi jaringan internet. FTP dikenal sebagai protokol jaringan yang memungkinkan transfer file antara komputer yang tersambung pada TCP/IP yang berbasis jaringan. Hal ini mencangkup serangkaian peraturan dan prosedur untuk transfer data digital yang aman.

FTP juga berfungsi untuk mempermudah dalam pembagian file, mempercepat secara tidak langsung atau implicyt menggunakan komputer remote, melindungi user dari berbagai file storage system antar host.

Fungsi FTP Server adalah menjalankan perangkat lunak yang digunakan untuk pertukaran file (File Exchange), yang selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapatkan request atau permintaan dari FTP Client.

Tujuan Utama adanya FTP

Tujuan utama dengan diciptakannya FTP adalah memudahkan pengguna komputer yang sudah terhubung dengan jaringan untuk dapat memudahkan dalam beberapa hal, diantaranya :
  • Memudahkan pengguna komputer dalam melakukan file sharing.
  • Untuk dapat menyediakan indirect atau implicit remote computer.
  • Memberikan kemudahan dalam menyediakan tempat penyimpanan bagi user
  • Dapat menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.

Meskipun sampai saat mudah dalam inplementasinya namun banyak yang mengatakan bahwa aplikasi FTP sangat tidak aman. Banyak perusahaan bahkan penyedia Hosting menggunakan apklikasi FTP untuk melakukan aploud dan download file.

Sumber :
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Transfer_Berkas
  • http://jaringankomputer.org/pengertian-ftp-fungsi-ftp-carakerja-aplikasi-ftp/
  • http://www.deskshare.com/resources/articles/ftp-how-to.aspx

Demikian pengertian dan fungsi FTP (File Transfer Protocol) dan fungsi serta tujuan diciptakan FTP. Semoga dapat bermanfaat bagi sobat semua.

Monday, April 02, 2018

Apa Itu DNS Load Balancing ?

DNS Load Balancing adalah sebuah proses yang mendistribusikan permintaan client kepada beberapa server dengan menggunakan perangkat layanan internet. Dan pada intinya Load Balancing adalah pembagian beban pada sebuah server agar menjadi lebih seimbang.

DNS Server Load Balancing adalah ketika sebuah server sedang diakses oleh para pengguna, maka server tersebut sebenarnya sedang dibebani karena harus melakukan proses terhadap permintaan para penggunanya. Jika penggunanya banyak, maka proses yang dilakukan juga menjadi banyak.

DNS Load Balancing

Session komunikasi dibuka oleh server tersebut dapat memungkinkan para penggunanya menikmati servis dari server. Jika satu server saja yang dibebani, tentu server tersebut tidak akan dapat melayani banyak user karena kemampuannya dalam melakukan processing ada batasnya. Batasan ini bisa berasal dari banyak hal misalnya kemampuan processing-nya, bandwidth Internet-nya, dan masih banyak lagi.

Maka solusi yang paling ideal adalah dengan membagi beban yang datang tersebut ke beberapa server. Jadi, yang bertugas melayani pengguna tidak hanya terpusat pada satu perangkat saja. Inilah apa yang disebut Sistem Load Balancing.

Keuntungan Sistem Load Balancing


Dari uraian diatas kita semua tahu bahwa dengan menggunakan DNS Load Balancing kita dapat mendapatkan keuntungan yang lebih yaitu :
  • Sederhana : dalam arti dapat memungkinkan sebuah server untuk tidak terlalu terbebani sehingga dapat melakukan proses lalu lintas internet lebih banyak
  • Konfigurasi lebih mudah : Seperti yang telah kita ketahui bahwa melakukan kenfigurasi lebih mudah hanya dengan menambahkan alamat IP tambahan ke DNS milik kita.
  • "Debug" lebih sederhana : Debug dalam hal ini adalah alat untuk membantu proses Load Balancing. Kali ini dapat menggunakan BIND untuk mempermudah konfigurasi DNS Server.
  • Sebagai Infrastruktur Tambahan : Bila anda telah memiliki sebuah sistem berbasi web maka diperlukan sebuah server DNS. Dengan begitu anda dapat melakukan Load Balancing agar bisnis online yang dimiliki semakin berkembang.
Terkait : Cara Setting DNS Server di Ubuntu

Dengan begitu bila terjadi masalah dengan salah satu server, seperti tiba-tiba server mati dan masalah pasti akan terjadi terhadap situs atau servis di dalamnya. Namun dengan menggunakan sistem load balancing, server yang bekerja mendukung sebuah situs atau servis dapat lebih dari satu buah. Artinya jika ternyata satu buah server kewalahan menlayani pengguna, Anda dapat menambah satu buah demi satu buah untuk mendukung kelancaran situs Anda. Tidak perlu server yang paling canggih untuk mengatasi masalah tersebut.

Proses Load Balancing


Proses load balancing merupakan sebuah proses yang fleksibel dan dapat diciptakan dengan berbagai metode. Proses ini tidak hanya dapat dilakukan oleh sebuah perangkat tertentu atau sebuah software khusus. Cukup banyak cara dan pilihan untuk mendapatkan jaringan Anda dilengkapi dengan sistem load balancing. Cara kerja dan prosesnya pun berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Namun, cara yang paling umum dan banyak digunakan adalah dengan mengandalkan konsep Virtual server atau Virtual IP.

Metode yang digunakan dalam Load Balancing bermacam - macam diantaranya :
  1. Round Robin
  2. Algoritma Round Robin merupakan algoritma yang paling sederhana dan banyak digunakan oleh perangkat load balancing. Algoritma ini membagi beban secara bergiliran dan berurutan dari satu server ke server lain sehingga membentuk putaran.
  3. Ratio
  4. Ratio (rasio) sebenarnya merupakan sebuah parameter yang diberikan untuk masing-masing server yang akan dimasukkan kedalam sistem load balancing. Dari parameter Ratio ini, akan dilakukan pembagian beban terhadap server-server yang diberi rasio. Server dengan rasio terbesar diberi beban besar, begitu juga dengan server dengan rasio kecil akan lebih sedikit diberi beban.
  5. Fastest
  6. Algoritma yang satu ini melakukan pembagian beban dengan mengutamakan server-server yang memiliki respon yang paling cepat. Server di dalam jaringan yang memiliki respon paling cepat merupakan server yang akan mengambil beban pada saat permintaan masuk.
  7. Least Connection
  8. Algoritma Least connection akan melakukan pembagian beban berdasarkan banyaknya koneksi yang sedang dilayani oleh sebuah server. Server dengan pelayanan koneksi yang paling sedikit akan diberikan beban yang berikutnya akan masuk.
Dari empat metode Load Balancing diatas yang banyak digunakan adalah dengan metode Round Robin. Dimana dengan menggunakan metode yang paling sederhana untuk menciptakan sistem load balancing adalah dengan menggunakan metode DNS Round robin. Metode ini sebenarnya merupakan sebuah fitur dari aplikasi bernama BIND (Berkeley Internet Name Domain).

Ini merupakan aplikasi open source khusus untuk membangun server DNS yang tampaknya sudah menjadi semacam standar yang digunakan di mana-mana. Sistem DNS round robin banyak mengandalkan teknik input penamaan yang teratur rapi dan dipadukan dengan sistem perputaran round robin.
Dari sistem penamaan ini dapat dibuat sebuah sistem load balancing sederhana dan murah yang memanfaatkan sifat alami dari program BIND ini, yaitu sistem perputaran round robin.

Pada sebuah record DNS yang berisikan informasi penamaan, Anda dapat memasukkan beberapa nama lain (canonical) untuk diwakili oleh sebuah nama utama. Beberapa nama lain itu memiliki masing-masing record sendiri yang juga mewakili alamat-alamat IP dari perangkat jaringan. Jadi setelah proses input penamaan selesai, Anda akan mendapatkan sebuah nama utama yang mewakili beberapa nama-nama lain yang mewakili beberapa perangkat jaringan seperti server misalnya.

Di sinilah kuncinya, ketika ada yang mengakses nama utama tersebut, DNS server akan dihubungi oleh si pencari. Setelah menerima permintaan, DNS server akan mencari record dari nama utama tersebut. Ternyata di dalam record tersebut terdapat beberapa nama lain yang berhubungan dengan nama utama. Pada kondisi inilah, DNS server akan menjalankan sistem perputaran round robin untuk menggilir informasi nama-nama lain mana saja yang diberikan ke para pemintanya.

Sumber Referensi :
https://www.nginx.com/resources/glossary/dns-load-balancing/
http://fajrinews.blogspot.co.id/2008/10/sistem-load-balancing-solusi-untuk.html
https://dennycharter.wordpress.com/2008/07/25/pengenalan-server-load-balancing/

Demikian ulasan mengenai Arti DNS Load Balancing semoga berguna dan menambah wawasan anda semua.

Pengertian Server Name Indication (SNI)

Pengertian Server Name Indication - Server Name Indication (SNI) adalah perluasan dari TLS (Transport Layer Security), yang menunjukkan bahwa hostname sedang dihubungi oleh browser pada awal proses. Sehingga memungkinkan sebuah server untuk menghubungkan Sertifikat SSL pada satu Alamat IP.

Bagaimana cara kerja SNI?
SNI bekerja apabila ada seseorang mengunjungi website kita, kemudian browser web yang mereka gunakan akan membuat koneksi dengan server web setelah itu mengirimkan nama domain ke halaman web. Ketika membuat konekse ke SSL dan TLS, proses ini menjadi sedikit lebih rumit, karena browser akan memerlukan sertifikat digital dari server, bahkan sebelum halaman browser dapat diakses. Kemudian akan membandingkan nama pada sertifikat dari server dengan nama halaman web yang sedang dalam tahap proses membuat koneksi.

Mengenal Server Name Indication (SNI)

Jika nama-nama sesuai, koneksi akan dibuat seperti biasa. Ketika nama-nama tidak cocok, maka pengunjung tidak akan melihat website milik kita, tetapi pesan peringatan akan muncul diikuti dengan pemutusan dari website, bahwa sambungan telah gagal. Untuk mencegah hal ini, situs web yang menggunakan SSL wajib memiliki alamat IP sendiri. Hal ini memungkinkan webserver untuk menggunakan alamat IP untuk memeriksa situs web pengunjung, ingin terhubung dengan dan mengirim sertifikat hak untuk browser atau klien.

Baca: What Is FTP (File Transfer Protocol)

Karena jumlah alamat IP yang terbatas, setiap website membutuhkan dan harus memiliki alamat IP sendiri. Server Name Indication (SNI) adalah solusi untuk masalah ini. Browser yang mendukung SNI akan segera mengkomunikasikan nama website pengunjung yang ingin terhubung, selama inisialisasi koneksi aman, sehingga server mengetahui bahwa telah memiliki sertifikat SSL. Hal ini memungkinkan browser dan server mendukung SNI  sehingga dapat menghubungkan beberapa sertifikat untuk beberapa domainname ke satu alamat IP. Dalam hal ini, pengunjung ke situs Web atau webshop tidak akan melihat perbedaan.

SNI secara prakteknya hanya mendukung beberapa browser, hal ini karena SSL / TLS yang dapat ditransmisikan sebagai bagian dari permintaan dan sebagai bagian dari sistem operasi. Beberapa browser mendukung server name indication pada semua sistem operasi, tetapi sejumlah kecil hanya mendukung SNI pada sistem operasi tertentu. Dengan hanya menggunakan SNI, sebuah website dapat menjadi tidak tersedia untuk sekitar 15% dari pengunjung.

Browser dan Server yang memiliki dukungan SNI

Untuk menggunakan server name indication, SSL dan TLS browser harus mampu mendukung SNI melalui aplikasi. Selain itu, aplikasi harus menyerahkan nama host ke SSL / TLS. Sementara sejumlah browser dan server masih tidak mendukung SNI, paling webbrowsers baru dan SSL / TLS telah menerapkan dukungan SNI.

Browser yang menawarkan dukungan SNI
  • Internet Explorer 7 atau lebih tinggi, pada Windows Vista atau yang lebih baru. Tidak bekerja pada Windows XP dan Internet Explorer 8.
  • Mozilla Firefox 2.0 atau lebih tinggi.
  • Opera 8.0 atau lebih tinggi (protokol TLS 1.1 harus ada).
  • Opera Mobile, versi minimal 10,1 beta di Android.
  • Google Chrome (Windows Vista atau yang lebih baru, Windows XP membutuhkan Chrome 6 atau lebih tinggi, OS X 10.5.7 atau yang lebih baru dan membutuhkan Chrome 5.0.342.1 atau lebih tinggi).
  • Konqueror / KDE 4.7 atau lebih tinggi.
  • MobileSafari untuk Apple iOS 4.0 atau yang lebih baru.
  • browser standar Android pada Honeycomb (v3.x) atau lebih tinggi.
  • Windows Phone 7.
Apabila ada browser yang telah memberikan penawaran tentang SNI, maka dari server ada yang telah support server name indocation yaitu:

Server yang memberikan dukungan SNI
  • Apache 2.2.12 atau lebih tinggi, harus menggunakan mod_ssl.
  • Apache Lalu Lintas Server 3.2.0 atau lebih tinggi.
  • Cherokee, pastikan dukungan TLS telah ada.
  • Semua versi lighttpd 1.4.x dan 1.5.x dengan patch yang, atau 1.4.24 atau lebih tinggi tanpa patch.
  • Nginx dengan OpenSSL telah ada dan dengan dukungan SNI.
  • F5 Networks Manajer Lalu Lintas lokal, versi 11.1 atau lebih tinggi.
  • Aplikasi Web G-WAN. Server, harus menggunakan OpenSSL dengan dukungan SNI.
  • LiteSpeed ??4.1 atau lebih tinggi.
  • Pound 2.6 atau lebih tinggi.
  • Apache Tomcat di Java 7 atau lebih tinggi.
  • Microsoft Internet Information Server (IIS) versi 8.
  • Saetta Server Web melalui OpenSSL.
  • Citrix NetScaler 9.2 atau lebih tinggi.
  • HAProxy 1.5 atau lebih tinggi.

Demikian Pengertian Server Name Indication (SNI) semoga dapat bermanfaat dan memberikan wawasan yang lebih bagi kita semua.

Konfigurasi IP Address, DNS, dan NAT Pada Ubuntu Server 10.10

Konfigurasi IP Address Pada Ubuntu Server - Antar muka dari Ubuntu Server 10.10 adalah text mode, tidak ada jendela, tidak ada klik,drag and drop, dan sebagainya yang biasa dilakukan pada mode GUI (Graphic User Interface), semua sistem operasi pada Ubuntu Server dilakukan dengan mengetikkan secara manual perintah melalui papan ketik (keyboard). Sebenarnya Ubuntu Server 10.10 juga bisa dibuat dengan mode GUI, namun itu akan sangat memberatkan bagi server, karena harus melakukan instalasi mode GUIyang memakan banyak sumber daya, terutama Memory dan Hard Disk, selain itu juga, pada dasarnya tingkat keamanan dengan menggunakan mode CLI akan lebih baik ketimbang menggunakan mode GUI.
Agar Ubuntu Server 10.10 bisa melakukan koneksi ke jaringan, baik itu jaringan lokal maupun internet, maka langkah awal yang dilakukan adalah melakukan konfigrasi alamat IP. Untuk mengkonfigurasi alamat IP langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Masuklah menggunakan username dan password yang telah diatur pada langkah sebelumnya. Pada artikel ini userame yang saya gunakan adalah adamkurniawan dan password saya juga adamkurniawan. Untuk password tidak akan terlihat pada saat diketikkan karena alasan keamanan. Tekan tombol Enter jika sudah yakin memasukkan username dan password dengan benar. 
  • Setelah berhasil masuk akan diperlihatkan kapan pengguna adamkurniawan terakhir login. Pada baris paling bawah terlihat tulisanadamkurniawan@server01:~$, ini berarti pengguna dengan id adamkurniawan masih berstatus sebagai pengguna biasa dan belum bisa melakukan pengaturan. Agar bisa melakukan pengaturan, pengguna harus masuk sebagai mode root atau mode tertinggi dalam sistem (administrator) dengan mengetikkan perintah sudo su, maka akan akan muncul tulisan [sudo] password for adamkurniawan: itu berarti sistem meminta password agar pengguna dengan id adamkurniawan bisa masuk sebagai mode root. Password yang digunakan untuk mode root ini adalah password yang sama yang digunakan untuk login pada awal tadi. Masukkan password-nya dan tekan Enter. Jika password yang dimasukkan benar, maka akan muncul tulisan root@server01:/home/adamkurniawan#, ini berarti pengguna dengan id adamkurniawan sudah masuk sebagai mode root dan sudah bisa melakukan konfigurasi.
  • Sebelum melakukan konfigurasi  pada  alamat IP, cek terlebih dahulu apa nama kartu jaringan (ethernet) yang tersedia yang bisa digunakan dengan mengetikkan: # ifconfig –a | more. Penamaan kartu jaringan pada sistem Linux diawali dengan eth lalu diikuti dengan nomor kartu jaringannya yang dimulai dengan 0, misal eth0, eth1, eth2, dan seterusnya. Karena pada artikel ini saya menggunakan dua buah kartu jaringan maka setelah diketikkan # ifonfig –a | more, didapati bahwa nama kartu jaringan yang saya miliki pada sistem linux dikenal dengan nama eth0 dan eth1.gambar Konfigurasi IP Address Pada Ubuntu Server 10.10 (1)
  • ketikkan perintah # nano /etc/network/interfacesuntuk mulai melakukan konfigurasi alamat IP Ubuntu Server 10.10. Pada baris paling akhir ketikkan skrip berikut:>
    auto eth0 iface eth0 inet static
    address 192.168.6.200
    netmask 255.255.255.0
    gateway 192.168.6.254
    Skrip diatas adalah skrip yang digunakan untuk melakukan pengaturan kartu jaringan pertama (eth0) yang akan dihubungkan ke internet. Alamat IP yang saya berikan harus satu segmen dengan jaringan yang ada di atas Ubuntu Server 10.10 yang saya gunakan dan gateway dari kartu jaringan pertama juga harus merupakan alamat IP dari perangkat yang bertindak sebagai gerbang dari Ubuntu Server 10.10 yang saya gunakan ke internet. Sedangkan untuk pengaturan kartu jaringan kedua yang akan digunakan sebagai interface ke jaringan lokal adalah sebagai berikut:
    auto eth1
    iface eth1 inet static
    address 10.10.1.254
    netmask 255.255.255.0
    Jika telah selesai tekan tombol Ctrl + O untuk menyimpan konfigurasi yang telah dilakukan, berikan nama berkas konfigurasi yang baru saja dibuat, pada artikel ini saya tidak memberikan nama baru, jadi saya langsung saja menekan tombol Enter. Kemudia tekan tombol Ctrl + Xuntuk keluar. Restart kartu jaringan menggunakan perintah# /etc/init.d/networking restart agar konfigurasi yang baru saja dilakukan bisa terbaca oleh sistem.
  • Pada umumnya, jika kartu jaringan belum pernah dikonfigurasi menggunakan Ubuntu Server 10.10 atau Ubuntu Server 10.10 yang digunakan masih baru diinstal (fresh install), kartu jaringan yang tertanam di komputer sudah terbaca namun belum aktif. Untuk melihat apakah kartu jaringan sudah aktif atau belum, ketikkan perintah# ifconfig. Pada artikel ini, kartu jaringan yang saya gunakan belum aktif.gambar Konfigurasi IP Address Ubuntu 1
  • Untuk mengaktifkannya ketikkan perintah # ifconfig eth0 up(mengaktifkan kartu jaringan pertama) dan # ifconfig eth1 up(mengaktifkan kartu jaringan kedua). Setelah itu restart kembali kartu jaringan menggunaka # /etc/init.d/networking restart. Jika dilakukan pengecekan kembali menggunakan perintah # ifconfig, maka akan bisa dilihat bahwa kartu jaringan sudah aktif dan sudah memiliki alamat IP sesuai dengan yang sudah di konfigurasi.gambar Konfigurasi IP Address Ubuntu 1
  • Langkah selanjutnya adalah memberikan DNS (Domain Name System). DNS digunakan sebagai penerjemah dari nama domain ke alamat IP, dan sebaliknya, yaitu dari alamat IP ke nama domain. Jadi apabila pengguna mengetikkan google.com di web browser, maka itu berarti pengguna memanggil alamat IP dari google.com yaitu 74.125.71.103. Untuk mengatur DNS di Ubuntu Server 10.10 pengguna harus membuat sebuah berkas baru bernama resolv.conf yang diletakkan di direktori/etc dengan mengetikkan # touch /etc/resolv.conf, namun sebelumnya pengguna harus masuk ke dalam mode root. Setelah berhasil membuatnya, selanjutnya adalah mengisi berkas resolve.conftersebut dengan alamat IP yang bisa menerjemahkan nama domain ke alamat IP dan sebaliknya, dengan cara mengetikkan perintah# nano /etc/resolv.conf. Kemudian ketikkan nameserver dan diikuti dengan alamat IPyang bisa digunakan sebagai DNS, pada artikel ini saya menggunakan 2 buah DNS, yaitu 192.168.4.254 yang merupakan alamat IP gateway Ubuntu Server 10.10 dan 8.8.8.8 yang merupakan alamat penyedia DNS yang dibuat oleh Google. Jadi penulisannya adalah sebagai berikut:
nameserver 192.168.4.254
nameserver 8.8.8.8
Simpan dengan menekan Ctrl + O, tekan tombol Enter untuk replace nama yang lama dan tekan Ctrl + X untuk keluar. Lakukan kembali restart jaringan dengan mengetikkan # /etc/init.d/networking.gambar Konfigurasi IP Address Ubuntu 1





  • Tahap berikutnya adalah melakukan pengecekan apakah Ubuntu Server 10.10 sudah bisa melakukan koneksi ke internet dan apakah DNS sudah bekerja dengan baik. Cara melakukannya adalah dengan melakukan ping ke sebuah alamat domain. Pada artikel ini, saya melakukan pengecekan dengan melakukan ping ke domain yahoo.com. Perintah yang diketikkan adalah # ping yahoo.com. disini saya sudah mendapatkan balasan dari yahoo.com dan berarti Ubuntu Server 10.10 yang digunakan sebagai server sudah terkoneksi ke internet dengan baik, begitu juga dengan DNS-nya.gambar Konfigurasi IP Address Ubuntu 1

  • Selanjutnya, lakukan konfigurasi agar semua klien yang berada pada jaringan lokal bisa mengakses ke jaringan yang berada di jaringan luar (internet) atau melakukan NAT. Jika tidak dikonfigurasi maka paket-paket yang berasal dari kartu jaringan lokal (eth1) tidak akan bisa diteruskan ke kartu jaringan yang mengarah ke internet (eth0). Caranya adalah dengan mengetikkan perintah berikut ini: iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE, lalu tekan Enter. Jika ingin rule ini dijalankan pada saat komputer dinyalakan, maka ketikkanlah rule diatas pada file /etc/rc.local sebelum baris exit 0.

    Sumber : http://kurniawanadam.wordpress.com/2011/05/09/konfigurasi-ip-address-dns-dan-nat-pada-ubuntu-server-10-10/