Monday, April 02, 2018

Konfigurasi IP Address, DNS, dan NAT Pada Ubuntu Server 10.10

Konfigurasi IP Address Pada Ubuntu Server - Antar muka dari Ubuntu Server 10.10 adalah text mode, tidak ada jendela, tidak ada klik,drag and drop, dan sebagainya yang biasa dilakukan pada mode GUI (Graphic User Interface), semua sistem operasi pada Ubuntu Server dilakukan dengan mengetikkan secara manual perintah melalui papan ketik (keyboard). Sebenarnya Ubuntu Server 10.10 juga bisa dibuat dengan mode GUI, namun itu akan sangat memberatkan bagi server, karena harus melakukan instalasi mode GUIyang memakan banyak sumber daya, terutama Memory dan Hard Disk, selain itu juga, pada dasarnya tingkat keamanan dengan menggunakan mode CLI akan lebih baik ketimbang menggunakan mode GUI.
Agar Ubuntu Server 10.10 bisa melakukan koneksi ke jaringan, baik itu jaringan lokal maupun internet, maka langkah awal yang dilakukan adalah melakukan konfigrasi alamat IP. Untuk mengkonfigurasi alamat IP langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Masuklah menggunakan username dan password yang telah diatur pada langkah sebelumnya. Pada artikel ini userame yang saya gunakan adalah adamkurniawan dan password saya juga adamkurniawan. Untuk password tidak akan terlihat pada saat diketikkan karena alasan keamanan. Tekan tombol Enter jika sudah yakin memasukkan username dan password dengan benar. 
  • Setelah berhasil masuk akan diperlihatkan kapan pengguna adamkurniawan terakhir login. Pada baris paling bawah terlihat tulisanadamkurniawan@server01:~$, ini berarti pengguna dengan id adamkurniawan masih berstatus sebagai pengguna biasa dan belum bisa melakukan pengaturan. Agar bisa melakukan pengaturan, pengguna harus masuk sebagai mode root atau mode tertinggi dalam sistem (administrator) dengan mengetikkan perintah sudo su, maka akan akan muncul tulisan [sudo] password for adamkurniawan: itu berarti sistem meminta password agar pengguna dengan id adamkurniawan bisa masuk sebagai mode root. Password yang digunakan untuk mode root ini adalah password yang sama yang digunakan untuk login pada awal tadi. Masukkan password-nya dan tekan Enter. Jika password yang dimasukkan benar, maka akan muncul tulisan root@server01:/home/adamkurniawan#, ini berarti pengguna dengan id adamkurniawan sudah masuk sebagai mode root dan sudah bisa melakukan konfigurasi.
  • Sebelum melakukan konfigurasi  pada  alamat IP, cek terlebih dahulu apa nama kartu jaringan (ethernet) yang tersedia yang bisa digunakan dengan mengetikkan: # ifconfig –a | more. Penamaan kartu jaringan pada sistem Linux diawali dengan eth lalu diikuti dengan nomor kartu jaringannya yang dimulai dengan 0, misal eth0, eth1, eth2, dan seterusnya. Karena pada artikel ini saya menggunakan dua buah kartu jaringan maka setelah diketikkan # ifonfig –a | more, didapati bahwa nama kartu jaringan yang saya miliki pada sistem linux dikenal dengan nama eth0 dan eth1.gambar Konfigurasi IP Address Pada Ubuntu Server 10.10 (1)
  • ketikkan perintah # nano /etc/network/interfacesuntuk mulai melakukan konfigurasi alamat IP Ubuntu Server 10.10. Pada baris paling akhir ketikkan skrip berikut:>
    auto eth0 iface eth0 inet static
    address 192.168.6.200
    netmask 255.255.255.0
    gateway 192.168.6.254
    Skrip diatas adalah skrip yang digunakan untuk melakukan pengaturan kartu jaringan pertama (eth0) yang akan dihubungkan ke internet. Alamat IP yang saya berikan harus satu segmen dengan jaringan yang ada di atas Ubuntu Server 10.10 yang saya gunakan dan gateway dari kartu jaringan pertama juga harus merupakan alamat IP dari perangkat yang bertindak sebagai gerbang dari Ubuntu Server 10.10 yang saya gunakan ke internet. Sedangkan untuk pengaturan kartu jaringan kedua yang akan digunakan sebagai interface ke jaringan lokal adalah sebagai berikut:
    auto eth1
    iface eth1 inet static
    address 10.10.1.254
    netmask 255.255.255.0
    Jika telah selesai tekan tombol Ctrl + O untuk menyimpan konfigurasi yang telah dilakukan, berikan nama berkas konfigurasi yang baru saja dibuat, pada artikel ini saya tidak memberikan nama baru, jadi saya langsung saja menekan tombol Enter. Kemudia tekan tombol Ctrl + Xuntuk keluar. Restart kartu jaringan menggunakan perintah# /etc/init.d/networking restart agar konfigurasi yang baru saja dilakukan bisa terbaca oleh sistem.
  • Pada umumnya, jika kartu jaringan belum pernah dikonfigurasi menggunakan Ubuntu Server 10.10 atau Ubuntu Server 10.10 yang digunakan masih baru diinstal (fresh install), kartu jaringan yang tertanam di komputer sudah terbaca namun belum aktif. Untuk melihat apakah kartu jaringan sudah aktif atau belum, ketikkan perintah# ifconfig. Pada artikel ini, kartu jaringan yang saya gunakan belum aktif.gambar Konfigurasi IP Address Ubuntu 1
  • Untuk mengaktifkannya ketikkan perintah # ifconfig eth0 up(mengaktifkan kartu jaringan pertama) dan # ifconfig eth1 up(mengaktifkan kartu jaringan kedua). Setelah itu restart kembali kartu jaringan menggunaka # /etc/init.d/networking restart. Jika dilakukan pengecekan kembali menggunakan perintah # ifconfig, maka akan bisa dilihat bahwa kartu jaringan sudah aktif dan sudah memiliki alamat IP sesuai dengan yang sudah di konfigurasi.gambar Konfigurasi IP Address Ubuntu 1
  • Langkah selanjutnya adalah memberikan DNS (Domain Name System). DNS digunakan sebagai penerjemah dari nama domain ke alamat IP, dan sebaliknya, yaitu dari alamat IP ke nama domain. Jadi apabila pengguna mengetikkan google.com di web browser, maka itu berarti pengguna memanggil alamat IP dari google.com yaitu 74.125.71.103. Untuk mengatur DNS di Ubuntu Server 10.10 pengguna harus membuat sebuah berkas baru bernama resolv.conf yang diletakkan di direktori/etc dengan mengetikkan # touch /etc/resolv.conf, namun sebelumnya pengguna harus masuk ke dalam mode root. Setelah berhasil membuatnya, selanjutnya adalah mengisi berkas resolve.conftersebut dengan alamat IP yang bisa menerjemahkan nama domain ke alamat IP dan sebaliknya, dengan cara mengetikkan perintah# nano /etc/resolv.conf. Kemudian ketikkan nameserver dan diikuti dengan alamat IPyang bisa digunakan sebagai DNS, pada artikel ini saya menggunakan 2 buah DNS, yaitu 192.168.4.254 yang merupakan alamat IP gateway Ubuntu Server 10.10 dan 8.8.8.8 yang merupakan alamat penyedia DNS yang dibuat oleh Google. Jadi penulisannya adalah sebagai berikut:
nameserver 192.168.4.254
nameserver 8.8.8.8
Simpan dengan menekan Ctrl + O, tekan tombol Enter untuk replace nama yang lama dan tekan Ctrl + X untuk keluar. Lakukan kembali restart jaringan dengan mengetikkan # /etc/init.d/networking.gambar Konfigurasi IP Address Ubuntu 1





  • Tahap berikutnya adalah melakukan pengecekan apakah Ubuntu Server 10.10 sudah bisa melakukan koneksi ke internet dan apakah DNS sudah bekerja dengan baik. Cara melakukannya adalah dengan melakukan ping ke sebuah alamat domain. Pada artikel ini, saya melakukan pengecekan dengan melakukan ping ke domain yahoo.com. Perintah yang diketikkan adalah # ping yahoo.com. disini saya sudah mendapatkan balasan dari yahoo.com dan berarti Ubuntu Server 10.10 yang digunakan sebagai server sudah terkoneksi ke internet dengan baik, begitu juga dengan DNS-nya.gambar Konfigurasi IP Address Ubuntu 1

  • Selanjutnya, lakukan konfigurasi agar semua klien yang berada pada jaringan lokal bisa mengakses ke jaringan yang berada di jaringan luar (internet) atau melakukan NAT. Jika tidak dikonfigurasi maka paket-paket yang berasal dari kartu jaringan lokal (eth1) tidak akan bisa diteruskan ke kartu jaringan yang mengarah ke internet (eth0). Caranya adalah dengan mengetikkan perintah berikut ini: iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE, lalu tekan Enter. Jika ingin rule ini dijalankan pada saat komputer dinyalakan, maka ketikkanlah rule diatas pada file /etc/rc.local sebelum baris exit 0.

    Sumber : http://kurniawanadam.wordpress.com/2011/05/09/konfigurasi-ip-address-dns-dan-nat-pada-ubuntu-server-10-10/

    Monday, June 19, 2017

    Cara Setting DNS Server di Ubuntu

    Cara Setting DNS Server di Ubuntu, Domain Name System atau yang lebih dikenal dengan sebutan DNS adalah sebuah sistem yang digunakan untuk menyimpan nama Domain dan nama Host dalam sebuah jaringan komputer, dengan menggunakan sistem basisdata. Selain itu juga berfungsi menterjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya dari nama domain ke alamt IP.

    Cara Setting DNS Server di Ubuntu

    DNS dalam menjalankan tugasnya sebagai sebuah server memerlukan sebuah program client yang disebut dengan resolver. Yang dimaksud dengan resolver adalah penghubung antara Server DNS dengan komputer client.

    Terkait : Konfigurasi IP Address dan NAT di Ubuntu

    Domain Name System (DNS) biasanya digunakan untuk sebuah Layanan Nama Domain dalam menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia. Untuk melakukan setting pada DNS Server diperlukan ketelitian lebih apalagi bila menggunakan sistem operasi Linux Ubuntu. Simak langkah setting dibawah ini.


    Cara Setting DNS Server di Ubuntu


    Sebelum melakukan langkah pertama ada baiknya anda persiapkan alamat IP server, Nama domain
    Langkah Pertama : Install dahulu bind9
    #sudo apt-get update
    #sudo apt-get install bind9 

    Langkah Kedua : Setelah selesai install bind9 ketikan perintah dibawah ini
    #cd /etc/bind
    #sudo rm -rf named.conf
    #sudo nano named.conf

    Langkah Ketiga : Kemudian tuliskan script dibawah ini.
    include "/etc/bind/named.conf.options";
    // prime the server with knowledge of the root servers
    zone "." {
     type hint;
     file "/etc/bind/db.root";
    };
    // be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for
    // broadcast zones as per RFC 1912
    zone "localhost" {
     type master;
     file "/etc/bind/db.local";
    };
    zone "127.in-addr.arpa" {
     type master;
     file "/etc/bind/db.127";
    };
    zone "0.in-addr.arpa" {
     type master;
     file "/etc/bind/db.0";
    };
    zone "255.in-addr.arpa" {
     type master;
     file "/etc/bind/db.255";
    };
    zone "TestDNSServer.com" {
     type master;
     file "/etc/bind/db.TestDNSServer.com";
    };
    include "/etc/bind/named.conf.local";

    Langkah Keempat : Simpan file tersebut dengan cara tekan CTRL+O lalu Enter

    Langkah Kelima : Lanjutkan dengan mengisikan setting di db.TestDNSServer.com dengan menuliskan
    #sudo nano db.TestDNSServer.com

    Langkah Keenam : Tuliskan script dibawah ini
    ;
    ; BIND data file for local loopback interface
    ;
    $TTL 86400 ; 1 day
    @ IN SOA ns1.TestDNSServer.com. root.TestDNSServer.com. (
    2010021806 ; Serial
    1800 ; Refresh
    3600 ; Retry
    1209600 ; Expire
    300 ) ; Negative Cache TTL
    ;
    NS       ns1.TestDNSServer.com.
    NS       ns2.TestDNSServer.com.
    A        10.1.170.1
    MX  10   10.1.170.1
    $ORIGIN TestDNSServer.com.
    ns1      IN A 10.1.170.1
    ns2      IN A 10.1.170.1
    mail     IN A 10.1.170.1
    www   IN A 10.1.170.1
    imap    IN CNAME mail
    smtp    IN CNAME mail
    pop3   IN CNAME mail

    Langkah Ketujuh : Simpan script tersebut denga cara  tekan CTRL+O kemudian Enter

    * Penting :

    • Ganti nama DNS Server anda pada tulisan yang berwarna biru "TestDNSServer" yang sesuai milik anda.
    • Sesuaikan juga alamat IP milik server anda.

    Sumber : http://www.ubuntu.com/

    Demikian Cara Setting DNS Server di Ubuntu semoga dapat menambah wawasan anda tentang cara kerja DNS dalam sebuah jaringan.

    Wednesday, April 13, 2016

    Perintah Dasar Linux Ubuntu

    Perintah Dasar Linux Ubuntu - Sistem operasi yang dikenal dengan open source yakni Linux, memiliki banyak varian seperti Ubuntu, Fedora, Debian, Suse, Mandriva dan lain sebagainya. Kali ini saya akan membahas dasar perintah di Linux Ubuntu LTS 14.04.

    Dasar Perintah Linux Ubuntu

    Linux Ubuntu dikenal dengan CLI ( Command Line Interface ) merupakan sistem operasi yang tidak memberikan tampilan antar muka grafis baik berupa animasi, gambar melainkan berupa teks yang harus diketik oleh pengguna.

    Jadi apabila seorang user ingin mematikan komputer maka harus mengetikkan sebuah perintah. Selain dapat mematikan komputer, user juga dapat melakukan perintah lain seperti copy, cut, rename, delete, berpindah direktori, mengetahui hardware komputer dan lain-lain. Berikut ini perintah dasar di Linux Ubuntu.

    Perintah Dasar di Linux Ubuntu

    1. Mematikan Komputer
    shutdown -h now
    2. Login ke Root
    sudo su
    3. Berpindah Direktori
    cd/nama_direktori
    contoh : cd/var/
    4. Mengetahui seluruh isi Direktori
    ls
    5. Copy
    cp
    contoh: cp /etc/file.txt /var/
    6.Menghapus file
    rm
    contoh: rm file.txt
    7. Menghapus Folder
    rmdir
    contoh: rmdir nama_folder
    8. Membuat Folder
    mkdir
    contoh: mkdir nama_folder

    Baca: Cara Setting DNS Server di Linux Ubuntu

    Diatas merupakan beberapa intruksi dasar di linux ubuntu, masih banyak yang lain untuk melakukan berbagai aktifitas. Selain itu disetiap sistem operasi memiliki perintah untuk mengetahui informasi hardware disetiap komputer. Nah, langsung saja simak dibawah ini perintah untuk melihat informasi perangakat keras di linux ubuntu. Varian Linux yang digunakan adalah Ubuntu LTS 14.04.

    Menampilkan Sistem Host name 
    Menampilkan Sistem Host name
    $ hostname
    $ cat /etc/hostname
    Menampilkan sistem domain name ( DNS )
    $ dnsdomainname
    Menampilkan  FQDN ( Fully Qualified Domain Name )
    $ hostname -f

    Menampilkan system serial number, manufacturer of the system and model name
    $ sudo dmidecode -s system-serial-number
    $ sudo dmidecode -s system-manufacturer
    $ sudo dmidecode -s system-product-name
    $ sudo dmidecode | more
    ATAU dengan menambahkan perintah "lshw"
    # lshw | more
    $ sudo lshw -short

    Menampilkan Informasi Perangkat Keras yang terpasang
    $ sudo lsdev

    Menampilkan Informasi CPU
    $ cat /proc/cpuinfo
    ATAU
    $ lscpu

    Menampilkan statistik CPU ( prosesor )
    $ sudo mpstat
    $ sudo mpstat 1
    $ sudo mpstat -A

    Menampilkan Sistem Informasi Memori ( RAM )
    Tampilkan statistik penggunaan memori pada sistem termasuk jumlah RAM dipasang dan digunakan:
    $ less /proc/meminfo
    Tampilkan jumlah memori bebas dan digunakan dalam sistem:
    free
    ## Menampilkan kapasitas memori dalam megabytes ##
    free -m
    ## Menampilkan kapasitas memori dalam gigabytes ##
    free -g
    ## Menampilkan kapasitas memori dalam terabytes ##
    free --tera

    Menampilkan penggunaan ruang sistem dalam hal ini Swap
    $ swapon -s
    $ cat /proc/swaps
    $ cat /proc/meminfo
    $ top
    $ vmstat
    $ for file in /proc/*/status ; do awk '/VmSwap|Name/{printf $2 " " $3}END{ print ""}' $file; done | sort -k 2 -n -r | less
    $ smem

    Menampilkan statistik memori virtual
    $ sudo vmstat
    $ sudo vmstat 1
    $ sudo vmstat 2

    Menampilkan versi dari sistem operasi linux ubuntu
    $ lsb_release -a
    Untuk mengetahui versi dari Kernel System
    $ uname -r
    OR
    $ uname -a

    Untuk mencari parameter dari kernel sistem
    $ cat /proc/cmdline
    $ sysctl -a | more

    Mencari sistem kernel ( 32 bit dan 64 bit )
    $ uname -m
    $ getconf LONG_BIT
    $ arch

    Mencari informasi tentang ruang penyimpanan ( Hardisk ) yang terpasang
    Menampilkan seluruh hardisk dan kapasitas
    # fdisk -l | grep '^Disk /dev'
    Menampilkan seluruh partisi hardisk of /dev/sda disk:
    Untuk membaca label disk for /dev/sda:
    # fdisk -l /dev/sda
    Untuk Label Disk
    $ sudo fdisk /dev/sda
    $ sudo e2label /dev/sda1
    $ sudo cfdisk /dev/sda
    Show block device attributes:
    # blkid
    List all block devices:
    # lsblk
    Menampilkan penggunaan ruang penyimpanan
    $ df
    $ df -H
    $ df -HT

    Menampilkan hardisk yang digunakan
    $ du
    $ du /home

    Menampilkan file sistem mount
    $ cat /proc/mount
    $ mount

    Menampilkan perangkat SCSI dan atribut di linux
    $ lsscsi

    Menampilkan statistik I/O
    $ sudo iostat
    $ sudo iostat 2

    Mencari informasi perangkat PCI
    $ lspci
    $ lspci -vt
    $ lspci | grep -i 'something'
    $ lspci -vvvn| less

    Mencari informasi perangkat USB
    $ lsusb
    $ lsusb -vt

    Mencari perangat Wireless
    $ iwconfig
    $ watch -n 1 cat /proc/net/wireless
    $ wavemon

    Mencari informasi VGA
    $ lspci | grep -i vga
    $ lspci -vvnn | grep VGA
    OR
    $ sudo lshw -class display

    Mencari informasi perangkat NVIDIA
    Perintah ini hanya bekerja pada NVIDIA linux:

    $ nvidia-smi
    OR
    $ nvidia-settings
    Mencari informasi perangkat AMDPerintah ini hanya bekerja pada AMD linux:
    $ fglrxinfo

    Mengetahui versi yang sedang berjalan
    $ unity --version

    Mencari informasi sistem perangkat audio
    $ lspci | grep -i audio
    OR
    $ cat /proc/asound/cards
    OR
    $ arecord -l
    Menampilkan status sistem, baterai laptop dan suhu
    $ upower -i /org/freedesktop/UPower/devices/battery_BAT0
    $ acpi -V

    Mencari telah berapa lama sistem berjalan
    $ uptime
    $ who
    $ w

    Mencari beban sistem
    $ uptime
    $ cat /proc/loadavg
    $ sudo top
    $ sudo htop
    $ sudo atop

    Menampilkan histori reboot dan shutdown
    $ last reboot
    $ last shutdown

    Menampilkan Runlevel
    $ runlevel
    $ who -r

    Untuk menampilkan pesan waktu dan konfigurasi hardware
    $ sudo less /var/log/dmesg
    $ sudo grep 'regx' /var/log/dmesg
    $ sudo grep '[h|s]d' /var/log/dmesg

    Menampilkan sistem driver
    $ sudo lsmod
    $ sudo modinfo {driver_name}
    $ sudo modinfo kvm

    Cari alamat sistem IP dan informasi terkait
    Anda perlu menggunakan perintah ip:

    ## Info tentang semua antarmuka. Harus dijalankan sebagai root melalui perintah sudo ##
    sudo ip a
    sudo ip
    sudo ip link ls up
    sudo ifconfig -a
    ## Hanya memperlihatkan eth1 informasi Interface ##
    sudo ip a show eth0
    sudo ifconfig eth0
    Menampilkan tabel sistem routing## Anda dapat menggunakan salah satu dari perintah berikut ##
    ## Harus dijalankan sebagai root ##
    sudo ip r
    sudo route -n
    sudo netstat -nr
    Menampilkan bridge sistem ethernet
    $ sudo brctl show
    $ sudo bridge link
    Menampilkan server sistem DNS dan informasi terkait
    Menampilkan alamat nama sistem server IP (ISP atau dns server Anda IP harus terdaftar di sini):

    # cat /etc/resolv.conf
    Menampilkan file sistem konfigurasi penyelesai. Hal ini berguna untuk mengetahui bagaimana pencarian yang harus dilakukan:
    # cat /etc/host.conf

    Gunakan dua file untuk mengkonfigurasi name resolution.
    Menampilkan informasi tentang port sistem dan soket
    ## Harus dijalankan sebagai root melalui sudo ##
    sudo ss
    ## Tampilan semua port ##
    sudo ss -l
    sudo netstat -tulpn
    sudo netstat -tulpn | grep LISTEN
    ## Tampilan semua TCP sockets
    sudo ss -t -a
    ## Menampilkan semua UDP sockets.
    sudo ss -u -a
    ## Daftar semua file yang terbuka
    lsof | more
    lsof | grep something
    lsof /dev/sda2
    lsof /path/to/file

    Menampilkan daftar layanan yang berjalan
    ### SYS V ###
    $ sudo service --status-all
    OR
    ## UPSTART ##
    $ sudo initctl list
    Mencari layanan diaktifkan:
    ## UPSTART ##
    $ sudo initctl status service-name
    $ sudo initctl status smbd
    OR
    ## SYS V
    $ sudo service serviceName status
    $ sudo service nginx status

    Melihat Log Files
    $ cd /var/log
    $ ls -l
    $ tail -f /var/log/fileName
    $ grep 'something' /var/log/fileNameHere

    Mencari File berdasarkan nama
    $ locate fileName
    $ locate htpasswd
    $ locate passwd
    $ locate my.resume.doc
    Mencari file dengan kondisi tertentu
    $ find {/dir/to/search} -name {file-to-search} -print
    $ find /etc/ -name /etc/passwd -print
    $ find $HOME -name '*.doc' -print

    Menampilkan rincian user account
    $ less /etc/passwd
    $ grep userName /etc/passwd
    $ getent passwd

    Menampilkan detail user group
    $ less /etc/group
    $ getent group
    $ grep group-name /etc/group
    $ groups userName

    Menampilkan kebijakan password
    $ chage -l userName
    $ chage -l root
    $ chage -l vivek

    Menampilkan penggunaan sistem
    $ sudo top
    $ sudo htop
    $ sudo atop
    $ sudo ps auxwww
    $ sudo netstat [options]
    $ sudo iostat
    $ sudo mpstat 1
    $ sudo sar [options]

    Menampilkan jejak sistem
    $ strace -o output.txt /bin/foo
    $ strace -p 22254 -s 80 -o debug.nginx.txt

    Menampilkan jejak library
    $ sudo ltrace /usr/sbin/httpd
    $ sudo ltrace /sbin/chroot /usr/sbin/httpd

    Menampilkan informasi proses
    $ sudo pstree
    $ sudo pstree | less
    $ sudo ps auxwwwm
    $ ps alxwww
    $ ps auxwww
    $ lsof -b M -n -l

    Change process priority
    $ sudo /bin/nice -n -1 command-name-here
    $ sudo /bin/nice -n -1 pid
    $ sudo renice {priority} pid

    Menampilkan proses CPU
    $ sudo taskset -p {pid-here}
    $ sudo taskset -p 42

    Menampilkan daftar sistem paket yang diinstal
    $ dpkg -l
    $ dpkg -l | less
    $ dpkg -l nginx

    Menampilkan daftar seluruh sistem patch yang dipasang

    $ sudo apt-show-versions -a | grep -i "security"

    Menampilkan daftar library runtime yang dibutuhkan untuk menjalankan file
    $ ldd file

    Mencari pemilik file
    $ dpkg -S /path/to/file
    $ dpkg -S /bin/ls

    Membuat cadangan semua perangkat lunak yang telah dipasang
    $ sudo dpkg --get-selections > /root/installed.pkgs.txt

    Mengembalikan ke awal / restore
    $ sudo dpkg --set-selections < /root/installed.pkgs.txt

    Menampilkan sistem firewall
    $ sudo iptables -L -n -v
    $ sudo ufw status numbered
    $ sudo ufw status verbose
    $ sudo ufw app list


    Referensi: http://www.cyberciti.biz/hardware/collecting-ubuntu-linux-system-information/

    Demikian Perintah Dasar di Linux Ubuntu dan cara mengetahui informasi hardware dari Linux, semoga artikel ini bermanfaat dan berguna bagi kita semua, khusunya bagi Anda yang sedang belajar Linux.

    Tuesday, April 12, 2016

    Cara Mereset Password di OS Ubuntu

    Cara Reset Password Ubuntu - OS Ubuntu merupakan sebuah sistem operasi linux yang berbasiskan open source. Selain itu juga sistem operasi linux juga berbeda jauh dengan OS yang selama ini banyak dikenal seperti Windows dan iOS. Macamnya pun banyak sekali seperti Linux Mandrake, Linux Blangkon, Linux Fedora dll.

    Cara Reset Password di OS Ubuntu

    Namun seiring waktu dengan semakin berkembangnya OS ini semakin banyak pula pengguna individu maupun perusahaan yang menggunakan sistem operasi ini. 

    (!) nah, bagi anda yang sedang mempelajari Operating System ini, jika sewaktu-waktu mengalami lupa paswword dan ingin mengembalikanya seperti sedia kala ada beberapa langkah yang harus dilakukan.

    Cara Reset Password di Linux

    1. Masuklah ke mode recovery di Ubuntu. Caranya? Pada saat menu GRUB muncul, pilihlah baris yang memiliki tulisan recovery mode. Trus tekan enter.
    2. Tunggu beberapa saat, setelah muncul menu baru pilih root - Drop to root shell prompt untuk masuk ke mode CLI. Tekan OK.
    3. Setelah itu buatlah sebuah file system menjadi mode Read Write dengan mengetikan perintah 
    4. mount -rw -o remount /

    5. Kemudian untuk mereset password anda ketikkan perintah berikut ini
    6. passwd nama_user

    7. Restart komputer
    Sekian Cara Reset Password di OS Ubuntu semoga dapat membantu anda yang sedang mengalami kesulitan dalam membongkar paswword komputer.

    Friday, April 01, 2016

    Cara Backup Database SQL Server Linux

    Cara Backup Database SQL di Linux - Linux merupakan sebuah sistem operasi yang berbasiskan open source. Namun seiring berkembangnya zaman semakin banyak pula yang menggunakannya, selain dikenal yang tahan terhadap serangan virus juga sangat cepat bila diterapkan sebagai server database yang memiliki kapasitas besar.
    Cara Backup Database SQL di Server Linux
    Pinguin (Logo Linux)

    Jika diterapkan sebagai server perlu dilakukan backup data, jika sewaktu-waktu terjadi masalah akan cepat dilakukan perbaikan dan mengembalikan data kesedia kala.

    Cara Backup Database SQL di Linux

    Perintah Dasar Backup Database di Linux


    #mysqldump -u user_name -p your_password database_name > File_name.sql

    Contoh :
    username : maxandro
    password : 1234
    database : delphi

    sehingga penulisannya menjadi seperti dibawah ini,
    #mysqldump -u androsoft -p androsoftware delphi> delphidatabase.sql

    Perintah Dasar Backup All Database di Linux


    Jika anda mempunyai banyak database dan ingin melakukan backup secara keseluruhan maka untuk meuliskan perintahnya, berikut ini,
    #mysqldump -u root -p –all-databases > all_database.sql

    Sekian Cara Backup Database SQL di Linux. Semoga dapat membantu anda, sebab langkah diatas pernah saya lakukan dengan database yang besar dan hanya membutuhkan waktu berapa jam saja.